Minggu, 27 Oktober 2013

Gasing, Pulau Topang kab.Kepulauan Meranti

Serba serbi, Wajah warga pulau Topang .
dan permainan rakyat






SAIFUDIN : SPONSOR TURNAMEN GASING





                                      

                               
                                 SUDARMAN : PEMBUBUTAN GASING TRADISIONAL




















Kamis, 17 Oktober 2013

GASING TOPANG - Pulau Topang

GASING Permainan Rakyat Tradisional ( GASING TOPANG )
Menurut sumber dari Terengganu, gasing berasal daripada permainan memusing buah berembang. Buah berembang berbentuk bulat, licin dan agak leper. Buah yang mudah ditemui di pesisir pantai ini selalu digunakan oleh ahli silat sebagai satu latihan untuk menguatkan tangan. Di sesetengah tempat, buah berembang juga dikenali sebagai buah perepat (sonneratia alba).

Buah berembang ini juga dijadikan sebagai permainan. Dalam permainan buah berembang, buah ini akan dipusingkan dengan menggunakan tangan. Buah berembang yang berpusing paling lama dan paling ligat dikira paling gah dan pemusingnya dianggap sebagai pemenang.

Gasing dicipta berdasarkan bentuk buah berembang. Perkataan gasing berasal daripada gabungan dua perkataan iaitu ‘gah berpusing’. Gah dalam istilah permainan gasing bermaksud berpusing dengan ligat dan tegak.






Gasing Berasal Dari Permainan Laga Telur
Sumber dari Kedah ada menyatakan bahawa permainan gasing berasal daripada permainan ‘laga telur ayam’. Permainan memusing dan melagakan telur ayam ini menjadi permainan kegemaran kanak-kanak pada masa dahulu. Kemudian barulah timbul idea untuk menghasilkan gasing mengikut rupa bentuk telur. Paksi ditambah agar gasing berputar dengan laju dan tegak. Gasing yang diputar dengan tangan kurang ligat berputar dan pusingannya tidak tahan lama. Oleh itu tali digunakan supaya dapat memusingkan gasing dengan lebih ligat dan lama.



Sabtu, 01 Desember 2012

SEJARAH SINGKAT PULAU TOPANG, PULAU MENGGUNG DAN SELAT PINANG MASAK ( Topang Selat) Kabupaten Meranti Provinsi Riau

SEJARAH SINGKAT PULAU TOPANG, PULAU MENGGUNG DAN SELAT PINANG     MASAK ( Topang Selat) Kabupaten Meranti Provinsi Riau

Pada zaman dahulu kala ada seorang datuk tumenggung dari Kerajaan Bintan Pelangi  yg hidup belum mempunyai permaisuri, selama hidupnya beliau didampingi oleh seorang datuk bendahara.
Pada suatu ketika di balai persidangan datuk tumenggung dan datuk bendahara bermusyawarah,
datuk bendahara bertanya kepada datuk tumenggung,  " wahai datuk tumenggung...!, siapakah kelak  yang  akan menggantikan datuk sebagai tumenggung di kerajaan ini? mengingat usia datuk sekarang sudah mulai senja..... ampunkan hamba datuk". datuk tumenggung hanya tertawa.
setelah itu datuk bendahara kembali berkata,
" seandainya datuk tdk keberatan hamba bersedia mencarikan datuk seorg permaisuri, saya mendengar kabar ada seorang putri yg sangat jelita di kerajaan Siak Sri Indra Pura",
datuk tumenggung mendengar sambil tertawa. dan  berkata "siapakah gerangan permaisuri yang mau dengan hamba yg sudah tua renta ini datuk bendahara" .
" tiada salahnya kita mencoba Untung sabut timbul untung batu tenggelam ".jawab datuk bendahara.
Datuk temenggung berkata "kalau menurut datuk bendahara itu baik hamba serahkan sepenuhnya kepada datuk untuk menghaturkan segala sesuatunya".

Kemudian berangkatlah datuk tumenggung dan bendahara beserta para pengawalnya menuju kerajaan Siak Sri Indra Pura.Sesampainya di kerajaan Siak rombongan datuk tumenggung disambut dengan baik dan hangat oleh kerajaan.

Keesokan harinya diadakan pertemuan di balai persidangan istana siak.
Datuk tumenggung menyampaikan hajat dan maksud kedatanganya, bahwa beliau ingin meminang putri yang sangat cantik jelita itu, dan raja pun berkata " hal ini saya serahkan sepenuhnya kepada putri hamba wahai datuk tumenggung".
Sang putri bagai disambar petir disiang bolong dan merasa gundah gulana (galau) atas pinangan datuk tumenggung yang berusia sekitar 60-an tahun saat itu.Ahirnya sang putri  memberikan sebuah biji pinang sebagai persyaratan kepada datuk tumenggung dan berkata "Ampun datuk... hamba akan menerima pinangan datuk dengan persyaratan, tanamlah biji pinang ini hingga ia tumbuh dan berbuah, kelak buahnya bawalah dan persembahkan kepada hamba".
Setelah itu datuk tumenggung merenung sejenak lalu menyanggupi sarat dari tuan putri " baiklah tuan putri, akan segera hamba laksanakan persyaratan tuan putri".
Keesokan harinya datuk tumenggung dan  rombongan menghaturkan pamit untuk kembali pulang kekerajaan Bintan Pelangi.

Dalam perjalanan pulang datuk tumenggung termenung memikirkan dimanakah buah pinang akan di tanam, datuk tumenggung pun meneruskan perjalananya sambil berfikir, tidak lama kemudian beliau melihat dua pulau kecil yg dipisahkan oleh selat , merekapun berlabuh dipulau itu. Sesampainya dipulau itu datuk tumenggung berkata " datuk.... disinilah hamba akan menanam buah pinang ini" datuk bedaharapun setuju karena disini tanahnya sangat subur, merekapun mulai menanamnya. setelah itu datuk tumenggung berkata lagi '' disini hamba akan menunggu pinang ini sampai ia tumbuh dan berbuah ".

Hari pun terus berlalu setiap hari datuk tumenggung menunggu dan merawat pohon pinang tersebut.
Setahun kemudian tanpa sepengetahuan datuk tumenggung sang putri ingkar akan janjinya beliau menikah dengan panglima hitam dan mereka hidup bahagia. sementara datuk merana menunggu buah pinangnya.

Hari pun terus berganti datuk tumenggung semakin bertambah usia beliau sudah tidak sanggup menunggu hingga pinang itu berbuah. Berkata datuk tumenggung kepada datuk bendahara " datuk bendahara....... berilah nama pulau yang ditanami pinang tempat hamba duduk sambil berTOPANG dagu menantikan pinang tumbuh dan berbuah ini dengan sebutan Pulau Topang  dan pulau tempat hamba menetap berilah nama  tuMENGGUNG dan selat diantara dua pulau itu berilah nama SELAT PINANG MASAK. 

Setelah itu datuk tumenggung pun berlalu pergi meninggalkan pulau topang dan menggung dan selat diantara dua pulau itu untuk kembali ke kerajaan Bintan Pelangi dengan membawa perasaan hampa yang mendalam karena telah dikhianati oleh sang putri .

Begitulah kisah singkat tentang keberadaan  Pulau Topang, Pulau Menggung dan Selat Pinang Masak (Topang Selat) nama yang diberikan oleh datuk tumenggung sampai sekarang pulau ini masih berdiri TEGAR menghadang ganasnya ombak laut yg siap mengikis daratan .

Penulis berharap kesetiaan Putra Putri Topang Island tidak seperti tuan putri kerajaan yang telah menghianati janjinya sendiri walaupun dihadapkan oleh sesuatu pilihan yang sangat sulit, menolak dengan cara yang halus tidak sampai memberatkan dan menyakiti orang lain.
                                                                          Sekian

Sumber sejarah:
Para sesepuh ( org2 tua topang ) al
- Bpk H. Talkah Abbas ( Mantan Kepala Desa )
- Bapak Rozali ppn
- Dll 

Naskah Disusun oleh :
- Rusnaini    ( guru kesenian MA syarif Hidayatullah)
- Putra Jaya ( guru olah raga MA syarif Hidayatullah)

Disusun ulang Oleh:
- Ngari 
- Jefri Rf


Pertama kali di pentasenikan oleh Siswa MA Topang t/a 2011-2012 Di Siak,Tg samak dan Topang.  
Team  Artist :
A.W.H. Asy'ari, Abdul muthalib, Muhammad Faruk, M.Faidzin, M.Fadli, Syafrizal, Agus SBF,Misdarningsih,Mega Ayu,      Kipiyah, Nonik, Sellimartini, Liza wati, Tokoh pembantu lainya

Selasa, 27 November 2012

PULAU TOPANG FOTO

 FOTO2 PERKEMBANGAN DESA TOPANG

g

                                             
                                             Semenisasi Jalan2 dan PLTD  utk mlm hari
                     
                   Sarana dan Prasarana Pusat2 pendidikan yg belum banyak berkembang
                                                                
                                                              Kantor Kepala Desa

                                                       Perpustakaan Parit Kemang

                                                 Pembangunan Mesjid Raya Parit Jawa

                                                  Gotong Royong Meminimalisir Abrasi

Sabtu, 06 Agustus 2011

Wahabi-Salafy Menelantarkan Makam Istri-istri Rasul & Para Pejuang Islam

Bukti Foto-foto Wahabi-Salafy Menelantarkan Makam Istri-istri & Para Pejuang Islam Selasa, 15 Januari, 2008

Posted by Quito Riantori in About Wahabism-Salafism, Artikel, Bilik Renungan.
trackback
Mungkin pembaca blog ini pernah membaca artikel berikut foto-foto penghancuran kaum Wahabi-Salafy atas rumah Rasulullah Saw dan Khadijah as di Makkah al-Mukarramah. Saat ini saya ingin membuktikan sekali lagi kebodohan dan kejahilan kaum Wahabi-Salafy ini.
Anda juga mungkin salah seorang warga negara Indonesia yang pernah berkunjung ke makam pahlawan Kalibata. Pasti anda telah melihat bagaimana makam-makam mereka dirawat sedemikian rupa oleh generasi-generasi sesudahanya. Hal ini juga terjadi pada makam-makam pahlawan nasional kita di tempat-tempat lainnya yang tersebar di seluruh penjuru nusantara.
Para pahlawan nasional kita (termasuk para wali penyebar agama Islam di Indonesia) masih beruntung, karena hampir semua makam-makam mereka dirawat dan mendapat perhatian yang besar.
Lalu bagaimana menurut anda? Apakah pahlawan Islam juga patut mendapat kemuliaan seperti itu atau sebaliknya? Kita, kaum Muslim tidak perlu merawat makam-makam mereka, karena dikhawatirkan akan terkena bahaya syirik! Benarkah pemikiran seperti ini? Pantaskah kita membiarkan makam pahlawan-pahlawan Islam, seperti para pejuang perang Badar, para pejuang perang Uhud dsb dibiarkan makam mereka tanpa perawatan hanya karena alasan SYIRIK?
Inilah yang dilakukan oleh kaum Wahabi terhadap pahlawan-pahlawan Islam yang telah berjuang membela agama dengan mengorbankan harta dan naywa mereka karena mengharapkan ridha Allah semata!
Di bawah ini adalah makam paman Rasulullah Saww, Abbas bin Abdul Muthalib yang tidak terurus sama sekali :
makam-abbas-bin-abdul-muthalib.jpg
Di bawah ini adalah makam-makam istri Rasulullah Saww, ‘Aisyah dan Ummu Salamah dan yang lainnya (kecuali Khadijah al-Kubra as) di Jannatul Baqi :
makam-aisyah-maria.jpg
Lihatlah bagaimana terlantarnya makam-makam istri istri Nabi Saw. Kita takkan pernah menemui kekejian dan kebodohan seperti yang telah dilakukan oleh Wahabi-Salafy ini!
Di bawah ini adalah makam Halimah, seorang wanita yang telah menyusui Rasulullah Saw pada masa beliau masih balita. Lihatlah beginakah cara penghormatan kaum Muslim terhadap orang-orang yang dicintai Rasulullah Saw?
makam-halimah.jpg
Ini adalah salah satu bukti penghinaan Wahabi-Salafy terhadap para pejuang Islam, terhadap orang-orang yang sangat Rasulullah Saw cintai. Lihatlah! Pandanglah dengan cermat!
Dan di bawah ini adalah makam putra kesayangan Rasulullah Saw dari istrinya Maryam al-Qibtiyyah , Ibrahim bin Muhammad, yang meninggal dunia saat dia masih bayi. Rasulullah Saw sangat sedih ketika putranya itu meninggal dunia dalam keadaan masih bayi.
makam-ibrahim-bin-muhammad-saw.jpg
Di bawah ini adalah makam cucu Rasulullah Saw yang sangat beliau cintai, Imam Hasan as, salah satu dari dua pemuda penghulu surga. Makamnya pun tidak diurus oleh kaum Wahabi-Salafy yang lebih suka memperbagus mall-mall dan pusat perbelanjaan mewah di Makkah maupun di Madinah.
makam-imam-hasan-as.jpg
Dan dibawah ini adalah makam sang syahid pahlawan Islam, Ja’far bin Abu Thalib as yang dijuluki Rasulullah Saw : Ja’far al-Thayyar, Ja’far yang memiliki dua sayap. Dia mendapat julukan seperti itu karena tanpa kenal takut dan tanpa menyerah terus melawan tentara Romawi di perang Mu’tah sehingga kedua tangannya terputus disabet pedang musuh. Dia pun akhirnya syahid dengan kemuliaan berupa janji surga yang pasti dari Rasulullah Saw.
makam-jafar-bin-abu-thalib.jpg
Namun pahlawan besar ini tidak mendapat penghormatan dan penghargaan yang pantas sedikit pun dari kaum Wahabi-Salafy. Makamnya dibiarkan tak terurus tanpa nama. Mereka memang tidak membutuhkan penghormatan kita, tetapi adalah wajib bagi kita menghormati dan menghargai pahlawan-pahlwan, ulama Islam dan orang-orang suci yang memang pantas mendapat kehormatan dari generasi selanjutnya agar kita menjadikan mereka tauladan yang selalu ada di hati kita.
Di bawah ini adalah makam bibi Rasulullah Saw, kakak dari ayah beliau, Safiyyah binti Abdul Muthalib. Foto ini dibuat dari balik jendela
makam-sayyidah-safiyah-bibi-rasulullah.jpg
Di bawah ini, makam yang paling kiri adalah makam Safiyyah binti Abdul Muthalib di lihat dari dekat dan yang paling kanan adalah makam Ummul Baiza yang juga bibi Rasulullah Saw. Dan yang tengah adalah makam Atikah.
makam-sayyidah-safiyah-bibi-rasulullah2.jpg
Dan yang terakhir di bawah ini adalah makam Imam Ali Zainal Abidin, putra Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib.
makam_s_imam_zainul_abdeenral1.jpg
Dia adalah satu-satunya keturunan Rasulullah Saw (laki-laki) yang selamat dari pembantaian di Karbala yang dititahkan oleh Yazid bin Mu’awiyyah.
Saya sangat yakin, kuburan ayah ibu anda atau kakek nenek anda jauh lebih baik ketimbang makam-makam para pahlawan besar Islam yang baru saja anda lihat di atas. Ironis! Miris! Dan tragis!
Inilah semua bukti-bukti kejahilah dan kejahatan Wahabi-Salafy yang selama ini menggembar-gemborkan memiliki pemahaman Tuahid paling hebat! Dan ternyata anda lihat semua, mereka adalah orang-orang yang tak banyak berbeda dengan orang Barbar. Orang-orang yang tidak mencintai, tidak menghargai dan tidak menghormati para pahlawan Islam! Apakah orang-orang seperti ini patut menjadi panutan?
Bagaimana mungkin Islam akan menjadi bangsa yang besar jika penghormatan dan penghargaan mereka terhadap pahlawan-pahlawan mereka seperti itu!
Bukankah : “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya.” ???
Sebaliknya, anda lihat betapa mewahnya hotel-hotel di Saudi Arabia dan pusat2 perbelanjaan nya…
Lihat Hotel Jeddah Hilton di bawah ini :
jeddah-hilton.jpg
riyadh-mall.jpg
faisal-mall-shopping.jpg
Silahkan anda renungkan…
Sebagai tambahan informasi anda bisa membaca artikel :
“Tahukah Anda, Makkah Sekarang Sudah Seperti Las Vegas!”

SEJARAH PANJANG MAKAM ALBAQI (Makam para ahlil bait dan sahabat Rasul) DI Mekkah.

Sejarah Berdarah Kaum Wahabi-Salafy Atas Kuburan Al-Baqi * Selasa, 19 Agustus, 2008

Posted by Quito Riantori in About Wahabism-Salafism, Artikel.
trackback
Doddy Salman
Rabu 8 Syawal 1345 Hijriah bertepatan dengan 21 April 1925 mausoleum (kuburan besar yang amat indah) di Jannatul al-Baqi di Madinah diratakan dengan tanah atas perintah Raja Ibnu Saud.. Di tahun yang sama pula Raja Ibnu Saud yang Wahabi itu menghancurkan makam orang-orang yang disayangi Rasulullah Saw (ibunda, istri, kakek dan keluarganya) di Jannat al-Mualla (Mekah).
Penghancuran situs bersejarah dan mulia itu oleh Keluarga al-Saud yang Wahabi itu terus berlanjut hingga sekarang. Menurut beberapa ulama apa yang terjadi di tanah Arabia itu adalah bentuk nyata konspirasi Yahudi melawan Islam, di bawah kedok Tauhid. Sebenarnya, tujuan utamanya adalah secara sistematis ingin menghapus pusaka dan warisan Islam yang masih tersisa agar Kaum Muslim terputus dari sejarah Islam.
Asal Muasal al-Baqi
Secara harfiah “al-baqi” berarti taman pepohonan. Dikenal juga sebagai “Jannat al-baqi” karena “keramatnya” sejak keluarga dan sahabat Rasulullah dimakamkan di tempat ini.
Sahabat pertama yang dimakamkan di al-Baqi adalah Usman bin Madhoon yang wafat 3 syaban tahun 3 hijiriah. Rasulullah memerintahkan menanam pepohonan di sekitar pusaranya. Rasul juga meletakkan dua buah batu di antara makam sahabatnya itu.
Tahun berikutnya putra Rasulullah Ibrahim wafat saat masih bayi. Dengan derai air mata Rasulullah memakamkan putranya tercinta itu di al-Baqi. Sejak itulah penduduk Madina ikut juga memakamkan sanak saudaranya di al-Baqi. Apalagi setelah mendengar sabda Rasulullah,” Salam sejahtera untukmu wahai orang yang beriman, Jika Allah berkenan , kami akan menyusulmu. Ya Allah, ampunilah ahli kubur al-Baqi’.
Tanah pemakaman al-Baqi perlahan pun diperluas. Tak kurang dari 7000 sahabat Rasulullah dikuburkan di sini. Termasuk juga ahlul baytnya yaitu Imam Hasan bin Ali, Imam Ali bin Husayn, Imam Muhammad Al_Baqir, dan Imam Ja’far al-Sadiq.
Selain itu saudara Rasulullah yang dimakamkan di al-baqi adalah, Bibi Safiyah dan Aatikah. Di al-baqi dimakamkan pula Fatimah binti al-Asad (Ibunda Imam Ali bin Abi Thalib).
Khalifah Usman dimakamkan di luar al-Baqi namun belakangan karena perluasan makam maka ia termasuk di al-Baqi. Imam mazhab sunni yang terkenal Malik bin Anas juga dimakamkan di al-Baqi. Tak pelak al-Baqi adalah tempat amat bersejarah bagi Kaum Muslimin di seluruh jagat raya.
Al-Baqi Dalam Perspektif Ahli Sejarah
Umar bin Jubair melukiskan al-Baqi saat ia berkunjung ke Madinah berkata,” al-Baqi terletak di timur Madinah. Gerbang al-Baqi akan menyambut anda saat tiba di al-baqi. Saat anda masuk kuburan pertama yang anda lihat di sebelah kiri adalah kuburan Safiyah, bibi Rasulullah. Agak jauh dari situ terletak pusara Malik bin Anas, Salah seorang Imam Ahlus Sunnah dari Madinah. Di atas makamnya didirikan sebuah kubah kecil. Di depannya ada kubah putih tempat makam putra Rasulullah Ibrahim. Di sebelah kanannya adalah makam Abdurahman bin Umar putra Umar bin Khatab, dikenal sebagai Abu Shahma. Abu Shahma dihukum cambuk oleh ayahnya karena minum khamar. Hukuman cambuk untuk peminum khamar seharusnya tidak hingga mati . Namun Umar mencambuknya hingga ajal merenggutnya. Di hadapan kuburan Abu Shahma adalah makam Aqeel bin Abi Thalib dan Abdulah bin Ja’far al-Tayyar.Di muka kuburan mereka terbaring pusara isteri Rasul dan Abbas bin Abdul Mutalib.
Makam Imam Hasan bin Ali, terletak di sisi kanan dari gerbang al-Baqi. Makam ini dilindungi kubah tinggi . Di sebelah atas nisan Imam Hasan adalah makam Abbas bin Abdul Muthalib. Kedua makam diselimuti kubah tinggi. Dindingnya dilapisi bingkai kuning bertahtakan bintang indah. Bentuk serupa juga menghias makam Ibrahim putra Rasulullah. Di belakang makam Abbas berdiri rumah yang biasa digunakan Fatimah binti Rasulullah as. Biasa disebut “Bayt al-Ahzaan” (rumah duka cita). Di tempat ini putri Rasulullah biasa berkabung mengenang kepergian ayahnya tercinta rasulullah SAWW. Di ujung penghabisan al-Baqi berdiri kubah kecil tempat Usman di makamkan. Di dekatnya terbaring ibunda Ali bin Abi Thalib Fatimah binti Asad”.
Satu setengah abad kemudian pengelana terkenal Ibnu Batutah mengunjungi al-Baqi dan menemukan al Baqi tidaklah berbeda dengan yang dilukiskan Ibnu Jubair. Ia menambahkan,” Al-Baqi adalah kuburan sejumlah kaum Muhajirin dan Anshar dan sahabat nabi lainnya. Kebanyakan mereka tidaklah dikenal’.
Berabad-abad lamanya al-Baqi tetap keramat dengan berbagai perbaikan bangunan yang diperlukan. Semuanya berakhir diabad 19 kala Kaum Wahabi muncul. Mereka menajiskan pusara mulia dan menunjukkan sikap kurangajar pada para syahid dan para sahabat nabi yang dimakamkan di sana. Muslim yang tidak sependapat dicap sebagai kafir dan dikejar-kejar untuk dibunuh.
Penghancuran Pertama al-Baqi
Kaum Wahabi percaya menziarahi makam dan pusara Nabi, Imam dan para syuhada adalah pemujaan terhadap berhala dan pekerjaan yang tidak Islami. Mereka yang melakukanya pantas dibunuh dan harta bendanya dirampas. Sejak invasi pertama ke Irak hingga kini, faktanya, Kaum Wahabi, dan penguasa Negara teluk lainnya membantai Kaum Muslim yang tidak sepaham dengan mereka. Tak pelak lagi seluruh dunia Islam sangat menghormati pemakaman al-Baqi. Khalifah Abu Bakar dan Umar bahkan menyatakan keinginannya untuk dimakamkan di dekat makam Rasulullah.
Sejak 1205 Hijriah hingga 1217 Hijriah Kaum Wahabi mencoba menguasai Semenanjung Arabia namun gagal. Akhirnya 1217 Hijriah mereka berhasil menguasai Thaif dengan menumpahkan darah muslim yang tak berdosa. Mereka memasuki Mekah tahun 1218 Hijriah dan menghancurkan semua bangunan dan kubah suci, termasuk kubah yang menaungi sumur Zamzam.
Tahun 1221, Kaum Wahabi masuk kota Madinah dan menajiskan al-Baqi dan semua mesjid yang mereka lewati. Kaum Wahabi bahkan mencoba menghancurkan pusara Rasulullah , namun entah dengan alasan apa usaha gila itu dihentikan. Di tahun-tahun berikutnya jemaah haji asal Irak, Suriah dan Mesir ditolak untuk masuk kota Mekah untuk berhaji. Raja al-saud memaksa setiap muslim yang ingin berhaji harus menjadi wahabi atau jika tidak akan dicap sebagai kafir dan dilarang masuk kota Mekah.
Al-Baqi pun diratakan dengan tanah tanpa menyisakan apapun, termasuk nisan atau pusara .Belum puas dengan tindakan barbarnya Kaum Wahabi memerintahkan tiga orang kulit hitam yang sedang berziarah ke pusara Nabi untuk menunjukkan tempat persembunyian harta benda. Raja Ibnu Saud merampas harta benda itu untuk dirinya sendiri.
Ribuan Muslim melarikan diri dari Mekah dan Madinah . Mereka menghindari kejaran Kaum Wahabi. Muslim seluruh dunia mengutuk tindakan Saudi dan mendesak khalifah kerajaan Otoman menyelamatkan situs-situs bersejarah dari kehancuran. Dibawah pimpinan Muhammad Ali Basha mereka menyerang Hijaz , dengan bantuan suku-suku setempat, akhirnya mereka menang.lalu ia mengatur hukum dan pemerintahan di Hijaz, khususnya Mekah dan Madinah. Sekaligus mengusir keluarga al-Saud. Muslim di seluruh dunia bergembira. Di Mesir perayaan berlanjut hingga 5 hari! Tak diragukan lagi kegembiraan karena mereka bisa pergi haji dan pusara mulia pun diperbaiki lagi.
Tahun 1818 Masehi Khalifah Ottoman Abdul Majid dan penggantinya Abdul Hamid dan Mohammad, merekonstruksi semua tempat suci, memperbaiki semua warisan Islam yang penting. Dari 1848 hingga 1860, biaya perbaikan telah mencapai 700 ribu Poundsterling. Sebagian besar dana diperoleh dari uang yang terkumpul di makam Rasulullah.
Tindakan Barbar Kedua Kaum Wahabi
Kerajaan Ottoman telah mempercantik Madinah dan Mekah dengan memperbaiki semua bangunan keagamaan dengan arsitektur bercita rasa seni tinggi. Richard Burton, yang berkunjung ke makam rasulullah tahun 1853 dengan menyamar sebagai muslim asal Afghanistan dengan nama Abdullah mengatakan Madinah dipenuhi 55 mesjid dan kuburan suci. Orang Inggris lain yang dating ke Madinah tahun 1877-1878 melukiskan keindahan yang setara dengan Istambul. Ia menulis tentang dinding putih, menara berhias emas dan rumput yang hijau.
Tahun 1924 Wahabi masuk ke Hijaz untuk kedua kalinya Untuk kedua kalinya pula pembantaian dan perampasan dilakukan. Orang-orang di jalan dibantai. Tak terkecuali perempuan dan anak-anak jadi korban. Rumah-rumah diratakan dengan tanah.
Awn bin Hashim menulis: lembah-lembah dipenuhi kerangka manusia, darah kering berceceran di mana-mana. Sulit untuk menemukan pohon yang tidak ada satu atau dua mayat tergeletak di dekat akarnya.
Madinah akhirnya menyerah setelah digempur habis Kaum Wahabi. Semua warisan Islam dimusnahkan. Hanya pusara Nabi Saw yang tersisa.
Ibnu Jabhan (Ulama Wahabi) memberikan alasan mengapa ia merasa harus meratakan makam Nabi Saw, ” Kami tahu nisan di makam Rasulullah bertentangan dengan akidah dan mendirikan mesjid di pemakamannya adalah dosa besar’.
Pusara Sang Syahid Hamzah bin Abdul Muthalib (paman Nabi) beserta syahid perang Uhud lainnya dihancurkan. Masjid Nabi dilempari. Setelah protes dari Kaum Muslim dunia Ibnu saud berjanji akan memperbaiki bangunanbersejarah tersebut. Namun janji itu tidak pernah ditempati. Ibnu saud juga berjanji Hijaz akan dikelola pemerintahan multinasional, khsusnya menyangkut Madinah dan Mekah. Namun janji itu tinggalah janji.
Tahun 1925 giliran Janat al-Mulla pemakaman di Mekah dihancurkan. Ikut juga dihancurkan rumah tempat Rasulullah dilahirkan. Sejak itulah hari duka untuk semua muslim di jagat raya.
Tidakkah mengherankan Kaum Wahabi menghancurkan makam, pusara mulia dan semua tempat-tempat bersejarah bagi dunia islam (semuanya diam tak bergerak), sementara itu Raja-raja Saudi dijaga dengan ketat mengabiskan jutaan dolar?
Hujan Protes
Tahun 1926 protes massal Kaum Muslim bergerak di seluruh dunia. Resolusi diluncurkan dan daftar kejahatan wahabi dibuat. Isinya di antaranya adalah:
1. Penghancuran dan penodaan tempat suci ,di antaranya rumah kelahiran Nabi, pusara Bani Hasyim di Mekah dan Jannat al-Baqi (Madinah), penolakan wahabi pada muslim yang melafalkan al-fatihah di makam-makam suci tersebut.
2. Penghancuran tempat ibadah di antaranya Masjid Hamzah, Masjid Abu Rasheed, dan pusara para Imam dan sahabat.
3. Campurtangan pelaksanaan ibadah haji
4. Memaksa muslim mengikuti inovasi wahabi dan menghapus aturan atas keyakinan yang diajarkan para Imam mazhab
5. Pembantaian para sayid di Thaif, madina, Ahsa dan Qatif
6. Meratakan kuburan para Imam di al-Baqi yang sangat di hormati kaum Syiah
Protes yang sama bermunculan di Iran, Irak, Mesir, Indonesia dan Turki. Mereka mengutuk tindakan barbar Saudi Wahabi. Beberapa ulama menulis traktat dan buku untuk mengabarkan dunia fakta-fakta yang terjadi di Hijaz adalah konspirasi karya Yahudi melawan Islam dengan berkedok Tauhid. Tujuan utama adalah menghapus secara sistematis akar sejarah Kaum Muslim sehingga nantinya Kaum Muslim kehilangan asal-usul keagamaannya.
Tindakan barbar Kaum Wahabi boleh jadi menginspirasi peristiwa bersejarah lainnya.Sejarah perang dunia kedua mengingatkan kita akan kekejaman Nazi Jerman. Orang-orang Yahudi melarikan diri setelah dikejar-kejar untruk dibunuh Nazi. Kekejaman Hitler diperingati dunia (Khususnya Jerman dan sekutunya). Kini Nazi dilarang dan orang yang mengusung simbol-simbolnya bisa dihukum dan diusir dari Jerman. Hitler dan Nazi Jerman membantai jutaan Yahudi (versi Ahmadinejad tidak mungkin sebanyak itu). Hitler tidak merusak bangunan karya Yahudi. Hitler tidak merusak kuburan. Bandingkan dengan tindakan Kaum Wahabi yang tidak saja membunuh dan mengusir orang hidup tapi juga orang-orang yang sudah wafat juga ikut “dibunuh’!!!”
Berikut ini daftar makam dan tempat yang juga dihancurkan Kaum Wahabi
-Pemakaman al-Mualla di Mekah termasuk pusara isteri tercinta Nabi, Sayidah Khadijah binti Khuwailid , Makam Ibunda Rasul Siti Aminah binti Wahhab, makam pamananda Rasul Abu Thalib (Ayahanda Ali bin Abu Thalib) dan makam kakek Nabi Abdul Muthalib
-makam Siti Hawa di Jedah
-makam ayahanda Rasul Abdullah bin Abdul Muthalib di Madinah
-rumah duka (baytl al-Ahzan) Sayidah Fatimah di Madinah
-Masjid Salman al_Farisi di Madinah
-Masjid Raj’at ash-Shams di Madinah
-Rumah Nabi di Madinah setelah hijrah dari Mekah
-Rumah Imam Ja’far al-Shadiq di Madinah
-Komplek (mahhalla) bani Hasyim di Madinah
-Rumah Imam Ali bin Abi Thalib tempat Imam Hasan dan Imam Husein dilahirkan
-Makam Hamzah dan para syuhada Uhud di gunung Uhud
_______________________

*diterjemahkan dari HISTORY OF THE CEMETERY OF JANNAT AL-BAQI